Tag: DIY Sabun Cair

  • Cara Menggunakan Cetakan Sabun yang Baik di Pabrik

    Cara Menggunakan Cetakan Sabun yang Baik di Pabrik

    Cara menggunakan cetakan sabun yang baik di pabrik pembuatan sabun batang (herbal transparan) perlu diketahui, terutama yg membuat sabun padat sendiri.

    Tips yang disebutkan dalam artikel ini dikhususkan untuk cetakan sabun berbentuk oval, kotak atau bulat yang bahan pembuatannya dari paralon (pvc).

    Bentuk Cetakan Sabun

    jual cetakan sabun dari plastik mika

    Alat atau mesin cetakan sabun merupakan bagian peralatan yang diperlukan untuk membentuk sabun sesuai dengan bentuk tertentu yang diinginkan. Cetakan sabun disebut juga dengan soap molding yang berarti pembentuk sabun. Bentuk sabun dapat beraneka ragam seperti:

    • kotak
    • bulat
    • oval
    • bentuk unik lainnya

    Bentuk tersebut dihasilkan dari bentuk cetakan yang digunakan. Anda bisa mendapatkan cetakan sabun secara online melalui Google.

    Dalam proses pembuatan sabun, cetakan sabun digunakan setelah adonan sabun siap dibentuk. Setelah adonan dituang ke dalam cetakan sabun, maka sabun tersebut dibiarkan mengeras di dalam cetakan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan cetakan sabun yang dibuat dari bahan yang tahan terhadap sifat sabun, seperti anti karat. Setelah sabun mengeras, maka sabun selanjutnya dikeluarkan dengan bantuan mesin pendorong sabun (extruder).

    Cara Menggunakan Cetakan Sabun yang Baik

    alat pemotong dan cetakan sabun kayu

    Lalu bagaimana cara menggunakan cetakan sabun yang baik? Jika anda menggunakan molding sabun yang dibuat dari bahan PVC, berikut ada beberapa tips dan cara menggunakan cetakan sabun yang baik dan benar.

    Tahap Persiapan

    Cara Menggunakan Cetakan Sabun
    1. Molding atau cetakan sabun dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
    2. Pastikan karet penutup cetakan menempel dengan baik dan tidak terdapat lubang yang menyebabkan kebocoran.
    3. Selang penuangan disiapkan untuk dihubungkan dengan kran penuangan yang terdapat pada tangki pembuatan sabun saat adonan sabun hasil proses siap dituang.

    Tahap Penggunaan

    1. Letakkan molding atau cetakan sabun dengan posisi berdiri pada dudukan cetakan yang diam untuk menghindari tumpahnya sabun atau terjatuhnya cetakan sabun.
    2. Saluran/selang penuangan adonan sabun dihubungkan dengan kran penuangan yang terdapat pada mesin pengolahan sabun.
    3. Selanjutnya adonan sabun dialirkan ke dalam cetakan dengan membuka kran secara perlahan hingga cetakan terisi penuh. Aliran sabun dimatikan dengan menutup keran.
    4. Selang selanjutnya dipindahkan keatas cetakan lainnya yang kosong dan demikian selanjutnya dituang hingga adonan sabun habis dari tangki pembuatan (pengadukan) sabun.
    5. Setelah proses penuangan selesai selang penuangan dicopot dan dicuci serta dikeringkan untuk penggunaan berikutnya

    Tahap Perawatan

    1. Cuci molding atau cetakan yang telah selesai digunakan dan bersihkan setiap permukaannya untuk memastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal pada bagian dalam cetakan. Bersihkan juga sisa sabun yang menempel pada spon penutup.
    2. Proses pencucian dapat dibantu dengan perendaman terlebih dahulu molding dan spon dalam bak air sebelum digosok atau dibilas

    Rekomendasi Penjual Mesin Produksi Sabun

    Mesin Pembuat Sabun Metode Cold Process

    Jika anda tertarik untuk membeli mesin pembuat sabun untuk produksi sabun batangan (padat) dan sabun cair harga termurah & terbaru maka silakan hubungi PT. ADEV Natural Indonesia. Melayani jasa maklon kosmetik Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Surabaya Solo Jogja dan seluruh Indonesia.

    Produsen sabun yang berlokasi di Bogor ini jual mesin pembuat sabun lengkap seperti mixer sabun & alat pencetak sabun (mold), extruder dan mesin pengemas. Perusahaan sabun ini juga menawarkan jasa maklon sabun sehingga anda bisa memasarkan sabun dengan merek anda sendiri. Untuk harga mesin pembuat sabun terbaru, call 0251-7539769 atau kontak adev natural.

    Itulah beberapa tips cara menggunakan dan merawat cetakan sabun, khususnya cetakan sabun yang dibuat dari PVC. Jikalau artikel ini bermanfaat untuk anda, silakan bagikan ke teman-teman anda.

  • Sabun Cair: 2 Cara Membuat Sabun Cair dari Sabun Padat & Saponifikasi

    Sabun Cair: 2 Cara Membuat Sabun Cair dari Sabun Padat & Saponifikasi

    Sabun cair dapat dibuat dengan 2 cara/metode. Anda bisa membuat sabun cair dari sabun padat atau membuat sabun cair dari bahan alami dg reaksi saponifikasi. Sabun berbentuk cair (liquid soap) dapat dibuat melalui reaksi saponifikasi (penyabunan) atau dibuat dari sabun padat. Cara membuat sabun cair herbal untuk wajah, cuci piring, atau laundry dapat dibuat dengan peralatan dan bahan sederhana yang tersedia di rumah.

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon (pembuatan) sabun branded murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal sabun hotel dll) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia.

    Dalam artikel ini, anda akan mendapatkan insight tentang cara membuat sabun cair dari sabun padat dan membuat sabun liquid melalui reaksi kimia (saponifikasi). Semoga anda bisa membuat sabun secara mandiri setelah menyimak cara berikut (diy, do it your self). Yuk simak selengkapnya cara membuat sabun cair.

    Sejarah Sabun Cair

    Produk pembersih kulit saat mandi, sabun, tersedia dalam beragam bentuk dan harga di pasaran (online dan offline market). Berdasarkan bentuk fisiknya, sabun ada 2 macam, yakni sabun berwujud cair dan sabun padat (batangan) sedangkan bentuk diantara keduanya disebut sabun krim. Dari sejarahnya, sabun batang lebih dulu ada sebelum sabun cair.

    Kelebihan Sabun Cair

    Siapa penemu sabun cair pertama kali belum terungkap hingga kini. Penulis mendapati informasi dari quora.com bahwa sabun cair pertama kali dibuat pada tahun 1800-an Masehi. Pada era tersebut sabun cair untuk tangan dibuat untuk rumah sakit, rumah makan (restoran) dan fasilitas publik yang memerlukan pencucian tangan terlebih dahulu.

    Sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks, maka sabun cair pun hadir. Manusia yang tumbuh dinamis menghendaki sabun yang praktis. Salah satu alasannya adalah sabun tersebut dipandang lebih higienis. Dianggap demikian karena sediaan sabun cair tetap berada dalam wadahnya. Berbeda dengan sabun batang yang perlu digosokkan ke kulit pengguna satu ke pengguna sabun. Bayangkan jika salah satu kulit pengguna terdapat kuman/kotoran yang menempel pada sabun. Hiiii…. Perpindahan penggunaan sabun batang tersebut tidak terjadi pada sabun cair sehingga sabun lumer ini dianggap lebih higienis.

    Pada 22 Agustus 1865 sabun cair dipatenkan pertama kali oleh William Shepphard dengan nomor paten 49.561 di Amerika Serikat (baca pdf Paten US49561). Shepphard mencampurkan sedikit sabun biasa dengan sejumlah besar harts horn sehingga menghasilkan cairan sabun kental yang konsistensinya seperti molase. Sabun ini hanya digunakan di area publik.

    sejarah sabun cair palmolive

    Gambar Iklan di majalah ini jadi bagian sejarah sabun cair palmolive

    Meskipun sabun cair banyak dijumpai di area publik, tetapi penggunaan sabun tersebut belumlah banyak di rumah-rumah. Beberapa waktu kemudian, Minnetonka Corporation mulai menjajakan Crème Soap on Tap yang ditelakan pada dispenser keramik yang menarik melalui distributor butik. Produk tersebut laris-manis, kemudian Minnetonka membuat produk massal yang dijual eceran pada tahun 1890. Source/Inc. menjadi konsultan merek Minnetonka. Kemudian, mereka menciptakan nama produk Softsoap dan merancang kemasan dalam bentuk botol yang dilengkapi pompa khusus dengan tutup.

    Pada tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan formula sabun. Pada tahun itu juga perusahaannya (B.J. Johnson Soap Company) memperkenalkan sabun Palmolive. Sabun tersebut dibuat dari minyak kelapa sawit dan minyak zaitun. Karena Palmolive menjadi booming,  selanjutnya B.J. Johnson Soap Company mengubah nama perusahannya menjadi Palmolive. Pada pergantian abad, Palmolive adalah sabun terlaris di dunia.

    Pada tahun 1987  Colgate-Palmolive Company membeli perusahaan Minnetonka dan terus memproduksi sabun dengan merek Soft Soap.

    Perbedaan sabun cair dan sabun padat (batang)

    Sabun cair dan sabun batang pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni membersihkan kulit tubuh dari kotoran yang menempel. Hanya saja, preferensi atau kesukaan seseorang menjadikannya lebih menyukai sabun cair atau pun lebih menyukai sabun batang.

    perbedaan sabun cair dan sabun batang (padat)

    Gambar ilustrasi perbedaan sabun cair dan sabun batang (padat)

    Perbedaan sabun cair dan sabun batang (padat) terletak pada bahan lye yang digunakan pada saat reaksi penyabunan (saponifikasi). Pada pembuatan sabun cair digunakan KOH (potasium hidroksida), sedangkan pada pembuatan sabun batang digunakan NaOH (sodium hidroksida). Perbedaan sifat fisik dan kimia KOH dan NaOH tersebut menjadikan sabun yang dihasilkan juga berbeda bentuk, meskipun sama sama dalam bentuk hidroksida. Yuk kita cek apa perbedaan NaOH dan KOH secara kimiawi.

    Perbedaan KOH NaOH
    Komponen atom Mengandung potasium dengan bobot atom 39.10. Potassium punya 19 proton Mengandung potasium dengan bobot atom 23.9. Aodium punya 11 proton
    Reaktivitas Reaksi eksotermis dalam air kuat Reaksi eksotermis dalam air lebih kuat dibanding KOH
    Harga lebih murah lebih mahal
    Karat Larutan KOH meninggalkan karat berwarna transparan atau putih Larutan NaOH meninggalkan karat berwarna kekuningan
    Kelarutan Lebih mudah larut dalam air, metanol dan etanol.  121 g KOH terlarut dalam 100 ml air Kelarutan lebih rendah dibandingkan KOH. 100 g of NaOH terlarut dalam 100 ml air

    Sabun Cair

    Kelebihan sabun cair dibandingkan sabun padat

    Masyarakat mengenal 2 jenis sabun yang sering digunakan untuk mandi, yaitu sabun padat dan sabun berbentuk cair. Jika dilihat secara umum, sebenarnya kedua jenis sabun tersebut fungsinya sama. Namun sebenarnya sabun berwujud cair memiliki lebih banyak keunggulan, diantaranya:

    1. Praktis karena biasanya dikemas dalam botol sehingga mudah dibawa kemana- mana.
    2. Mudah larut dalam air.
    3. Dapat dipakai dengan menggunakan spons sehingga lebih hemat.
    4. Lebih aman karena tidak ada kontak sabun langsung dengan pemakai lain, sehingga kesehatan pun akan lebih terjaga.

    Selanjutnya, kita simak cara membuat sabun cair.

    2 Cara Membuat Sabun Cair

    Sabun cair dapat dibuat dengan mudah menggunakan alat dan bahan yang ada di rumah anda. Sabun cair dapat dibuat dengan 2 cara, yakni cara pelarutan (pengenceran) dan cara reaksi penyabunan. Pelarutan juga dikenal dengan cara pembuatan sabun padat menjadi sabun cair.

    Cara Membuat Sabun Cair Dari Sabun Padat

    Untuk membuat sabun cair dari sabun padat, anda memerlukan sabun, parutan, air panas, pengaduk dan wadah sabun. Anda bisa menggunakan aneka sabun batang seperti lifebuoy, giv, nuvo dan merek lainnya. Berikut adalah tahapan membuat sabun cair dari sabun padat.

    Siapkan sabun batang

    siapkan sabun batang

    Parut sabun batang

    parut sabun batang

    Campurkan parutan sabun dengan air panas dan diaduk hingga larut sempurna

    Tuangkan larutan sabun ke dalam wadah

    Sabun cair siap digunakan

    Jika anda kurang jelas tentang gambar di atas, silakan lihat video berikut

    Cara pembuatan sabun padat menjadi sabun cair [Video]

    Cara Membuat Sabun Cair dengan Reaksi Saponifikasi

    Untuk membuat sabun cair dengan reaksi penyabunan (saponifikasi) anda memerlukan minyak dan alkali. Minyak dengan komponen utama trigliserida adalah bahan alami dalam pembuatan sabun cair. Alkali dalam pembuatan sabun cair adalah KOH (potasium hidroksida) yang dapat anda peroleh di toko kimia. Untuk memahami dasar teori pembuatan sabun, silakan anda membaca artikel kami tentang cara membuat sabun transparan.

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon (pembuatan) sabun branded murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal sabun hotel dll) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia.

    Berikut kami uraikan secara rinci tentang pembuatan sabun cair.

    cara membuat sabun cair

    Rincian Cara Membuat Sabun Cair

    Alat untuk membuat sabun cair

    1. Panci
    2. Wadah kaca tahan panas
    3. Pengaduk (disarankan yang terbuat dari kayu)
    4. Gelas ukur
    5. Botol penyimpanan (kaca/ plastik)
    6. pH meter/indikator pH universal/larutan PP (phenolphtalein)
    7. Blender

    Bahan untuk membuat sabun cair

    1. Minyak zaitun (tanpa aroma)
    2. Minyak kelapa
    3. Air mendidih
    4. Gliserin
    5. KOH (potassium hydroxide)
    6. Asam sitrat atau asam stearat
    7. Parfum/ minyak wangi- wangian (essential oil)

    Resep/Formula Sabun Cair

    Contoh resep sabun cair yang pernah dishare Tommy berdasarkan pengalaman pribadinya adalah sebagai berikut.

    • Minyak Zaitun = 195 gram
    • Minyak Kelapa Virgin = 75 gram
    • Minyak Jarak = 30 gram

    Selain minyak yang merupakan bahan baku sabun, juga perlu disiapkan bahan pembantu dalam pembuatan sabun cair. Berikut adalah bahan tambahan yang diperlukan:

    • KOH, digunakan untuk membuat larutan Lye yang akan men-saponifikasi minyak
    • Vegetable Glycerin, digunakan untuk membuat larutan Lye yang akan men-saponifikasi minyak
    • Sodium Lactate , digunakan untuk menghasilkan sabun yang lebih lembut
    • PolySorbate 80, difungsikan sebagai pelarut sehingga sabun cairnya kecampur rata dengan essential oil (minyak atsiri)
    • Stick blender, berguna untuk ngaduk secara cepat di pancinya langsung
    • Lavender Oil, berfungsi sebagai minyak atsiri (pewangi)
    • Peppermint Oil, berfungsi sebagai minyak atsiri (pewangi)
    • Alat Pengaman Diri (APD), seperti Goggles (kaca mata), Masker, Sarung Tangan

    Tahapan Cara Membuat Sabun Cair [Update]

    Proses pembuatan sabun cair dengan reaksi saponifikasi ini disebut juga dengan hot process (proses panas). Pada proses ini, panas digunakan untuk memanaskan minyak (lemak).

    Pakai alat pengaman diri (APD)

    Sebelum membuat, pakailah alat- alat keamanan seperti kacamata, masker, sarung tangan lateks, dan baju lengan panjang agar terhindar dari dampak bahan kimia. Bagi anda yang belum terbiasa menggunakan APD mungkin terasa panas dan menyusahkan. Don’t worry. Ini demi keselamatan anda.

    Timbang bahan

    Sebelumnya anda perlu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Setelah itu, timbanglah bahan-bahan sabun berdasarkan resep. Kami memberikan contoh formula sabun pada bagian di atas. Silakan dicoba.

    Membuat larutan KOH (lye)

    Pada pembuatan larutan KOH, anda mencampurkan KOH dengan Glycerin di atas kompor dengan api kecil. Anda perlu mengaduk campuran bahan tersebut sehingga larut sempurna. Gunakan panci dan pengaduk dalam tahap ini. Sabar ya guys, mungkin step ini agak lama jika dilakukan manual dengan tangan. Oh iya, KOH lebih susah larut di dalam gliserin, tapi lebih mudah larut di dalam air.

    Mencampurkan larutan KOH dengan minyak

    Setelah larutan KOH siap, selanjutnya campurkan larutan lye tersebut ke dalam campuran minyak (semua jenis minyak dalam resep dicampur). Kemudian aduk menggunakan blender.

    mencampurkan larutan koh dan minyak

    Campuran minyak  dan lye akan berubah dengan cepat (+/- 10 menit) menjadi adonan “seperti sabun”. Aduk sabun sehingga mengalami kondisi trace.

    kondisi trace pembuatan sabun cair

    Gambar kondisi trace pembuatan sabun cair lebih kental dibandingkan sabun batang

    Berdasarkan resep, adonan itu harus didiamkan hingga semua KOH dalam larutan lye tersaponifikasi secara sempurna.

    pasta adonan sabun cair

    Menguji reaksi saponifikasi

    Reaksi saponifikasi disebut juga reaksi penetralan. Pada reaksi tesebut asam lemak (fatty acid) direaksikan dengan larutan potasium hidroksida. Salah satu reaksi telah berjalan sempurna adalah pH akhir adonan adalah netral. Cara mengujinya adalah menggunakan PH meter atau kertas pH indikator universal. Beberapa orang mengujinya dengan menjilat. Jika terasa seperti kesetrum, maka reaksi belum selesai.

    Hasil akhir reaksi saponifikasi adalah terbentuk pasta sabun yang kental. Lihat gambar berikut.

    pasta sabun cair final

    Gambar pasta sabun cair final

    Anda perlu melakukan pengenceran (dilution) untuk membuatnya menjadi cair.

    Uji pH Sabun

    Ada cara menguji pH, yakni anda menggunakan indikator PP. Larutkan sabun dan teteskan indikator PP. Jika terbentuk warna pink, maka pH nya masih tinggi. Lakukan penyesuaian dengan menambahkan larutan asam sitrat atau asam stearat. Lakukan lagi pengujian lagi hingga tidak berubah warna ketika diteteskan indikator PP.

    uji ph sabun cair dengan pp

    Pengenceran pasta sabun

    Pada tahap pengenceran akan terlihat beberapa hasil yang secara visual tidak meyakinkan. Ketika dicampur air, adonan berubah menjadi seperti susu. Gak berapa lama, berubah menjadi bergelembung. Akhirnya, adonan mulai terlihat jernih.

    Tips: pada tahap pengenceran, lakukan penambahan air sedikit demi sedikit. Tambahkan air sedikit kemudian tunggu hasilnya. Jika anda menambahkan air terlalu banyak, maka kemungkinan gagal membuat sabun cair akan semakin besar. Bersabarlah.

    Finishing sabun

    Pada tahap akhir, anda bisa menambahkan pewangi atau pewarna. Berdasarkan resep sabun, anda bisa membuat 2 macam wangi sabun, lavender dan mint. Pisahkan larutan sabun dasar menjadi 2 bagian dan tambahkan ke dalamnya masing-masing pewangi. Anda bisa bereksperimen lebih.

    hasil akhir pengenceran sabun cair

    Video Pembuatan Sabun Cair

    Selanjutnya anda bisa menggunakan sabun itu untuk mandi di rumah bersama keluarga. Anda pun bisa menjual sabun cair buatan anda kepada teman terdekat terlebih dahulu. Jika mereka suka, maka selanjutnya anda bisa menjadikan bisnis dan peluang usaha rumahan. Lalu, bagaimana dengan harga sabun yang layak?

    Harga Sabun Cair

    Harga sabun cair dan padat beragam. Ada yang murah. Ada pula yang mahal. Perbedaan harga tersebut bergantung kepada bahan dan formula sabun, kekuatan merk sabun, dan persaingan diantara produsen sabun. Biasanya, sabun yang dibuat dari bahan herbal alami secara handmade (buatan tangan) cenderung memiliki harga lebih mahal dibandingkan sabun pabrikan yang diproduksi secara massal. Apalagi sabun cutom tersebut sudah memiliki merk (label) terkenal.

    Anda perlu kalkulasi biaya pembelian bahan pembautan sabun, biaya pengemasan, dan biaya produksi lainnnya. Semua biaya tersebut menjadi biaya produksi sabun. Hanya dengan modal Rp 1.000.000, Anda bisa membuat 15 sampai 20 liter sabun cair. Harga jualnya pun dapat Anda tentukan sendiri. Rata- rata para penjual sabun rumahan mematok harga Rp 75.000-Rp 100.000 untuk botol ukuran 550 ml. Apalagi jika jual sabun cair herbal, harganya bisa lebih tinggi. Nah, jika Anda tertarik, anda bisa mencoba cara pembuatan sabun cair secara mandiri di rumah.

    Harga sabun cair secara umum memang tidak seberapa. Walaupun demikian, tidak ada salahnya lho kita mencoba membuat sabun sendiri. Selain bisa digunakan sendiri, sabun yang kita buat juga bisa dijual. Saat ini banyak sekali usaha rumahan yang jual sabun cair. Lumayan kan untuk menambah penghasilan?

    Jika anda tidak mau repot membuat sabun untuk dijual kembali, silakan membeli jasa maklon sabun dari kami. Harga dan biaya jasa maklon murah. Syarat maklon juga mudah. Hubungi kami melalui laman kontak.

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon (pembuatan) sabun branded murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal sabun hotel dll) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia.

    harga sabun cair untuk maklon

    Koreksi tutorial lama

    Kami sebelumnya menuliskan tahapan pembuatan sabun seperti berikut:

    1. Setelah siap, lakukan metode double boiling. Letakkan panci berisi air diatas kompor, lalu masukkan wadah kaca berisi gliserin. Panaskan sampai mendidih, setelah itu masukkan KOH sedikit- sedikit sambil diaduk sampai rata.
    2. setelah larutan gliserin selesai, angkat dan sisihkan. Dengan metode double boiling, panaskan minyak kelapa dan minyak zaitun. Setelah mendidih, masukkan parfum dan larutan KOH, aduk sampai merata selama 2 jam. Karena waktu yang lama, pastikan air dalam panci tidak habis. Jika berkurang, tambahkan seperlunya.
    3. Campuran yang sudah jadi akan berbentuk seperti lem sepatu. Untuk mengetes kematangan, campurkan sedikit cairan dengan air mendidih. Bila warna masih keruh, artinya Anda harus memasak lebih lama lagi. Namun jika bening, maka proses sudah selesai.
    4. Angkat dan dinginkan sabun cair di udara terbuka. Setelah dingin, masukkan dalam botol. Sabun pun siap digunakan.

    Tahapan diatas telah disempurnakan. Anda disarankan untuk mengikuti tahapan yang terupdate.