Tag: Cara Pembuatan Sabun Antiseptik

Cara pembuatan sabun antiseptik itu sama saja prosesnya dengan pembuatan sabun pada umumnya. Yang membedakan adalah penambahan bahan yang memiliki sifat antiseptik pada formula sabun. Beberapa jenis bahan antiseptik yang umum digunakan dalam produk pembersih tangan, hand sanitizer, adalah:

  • Senyawa quaternary ammonium,
  • chlorhexidine dan diguanides lainnya
  • antibacterial dyes
  • chlorine and hypochlorites
  • Senyawa iodin anorganik (inorganic iodine compounds),
  • Logam
  • Golongan peroksidan dan permanganat
  • Turunan fenol terhalogenasi (halogenated phenol derivatives)
  • Turunan kuinolo (quinolone derivatives)

Sedangkan bahan alami yang umum digunakan sebagai bahan antiseptik adalah:

  • Sirih
  • Pala (nutmeg)
  • Belerang (sulfur)

Bila anda memerlukan produk moisturizer yang dapat difungsikan sebagai sanitizer, maka gunakan Sanitz.

  • Sabun Antiseptik: Bahan Baku, Manfaat & Merk Terbaik

    Sabun Antiseptik: Bahan Baku, Manfaat & Merk Terbaik

    Sabun antiseptik cair dan batangan memiliki manfaat untuk mengatasi infeksi pada luka, membunuh kuman pada air mandi bayi dan anak, mengatasi keputihan dan penghilang bau badan. 

    Bila anda mencari merk sabun antiseptik terbaik, maka baca artikel ini hingga tuntas. Kami membahas lengkap meliputi: pengertian, berbagai jenis bahan antiseptik, fungsi dan manfaat , serta review merk terbaru.

    Apa itu Sabun Antiseptik

    Sabun Antiseptik: Bahan Baku, Manfaat & Merk Terbaik

    Sabun antiseptik adalah sabun dengan kandungan zat kimia yang berfungsi untuk menghambat atau memperlambat pertumbuhan kuman, baik dalam bentuk sabun cair maupun sabun batangan. Dilansir dari alodokter, sabun antiseptik sering disebut juga dengan sabun antimikroba atau antibakteri.

    Sabun antiseptic antibakteri biasanya tidak hanya digunakan pada rumah tangga, tetapi juga fasilitas-fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit. Sabun antiseptik dipercaya mampu mengurangi jumlah bakteri pada kulit dan meminimalisir kemungkinan terjadinya infeksi yang menyebar di fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut. 

    Sabun antiseptic yang digunakan di rumah sakit biasanya memiliki kandungan antiseptik yang jauh lebih tinggi daripada yang dijual di pasaran dan digunakan sehari-hari. Meskipun ada juga beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menggunakan sabun antibakteri yang dijual dipasaran.

    Bahan antiseptik dalam sabun

    Bahan yang mampu membunuh kuman harus terkandung di dalam formulasi sabun antiseptik. Cara pembuatan sabun antiseptik batangan pada dasarnya sama dengan proses pembuatan sabun transparan. Dasar teorinya adalah reaksi saponifikasi.

    Beberapa bahan antiseptik yang umum dijumpai adalah berupa senyawa-senyawa seperti:

    • Triclosan
    • povidone iodine
    • Klorheksidin
    • hidrogen peroksida
    • Alkohol
    • asam asetat 
    • senyawa perak

    Semua senyawa antiseptik tersebut dapat menghancurkan semua jenis mikroorganisme buruk (patogen) seperti bakteri, jamur, virus dan protozoa.

    Jika dibandingkan dengan sabun biasa, sabun antiseptic memiliki senyawa kimia yang tidak ditemukan pada sabun biasa. Pada umumnya sabun yang disebut sebagai ‘antiseptik’ mengandung triclosan.

    Triklosan

    Dilansir dari alodokter, Triclosan termasuk dalam golongan obat antibakteri berbentuk cair yang dikategorikan sebagai obat bebas. Meskipun begitu, Triclosan hanya boleh digunakan hingga ambang batas konsentrasi tertentu dan sesuai dengan anjuran ahli kesehatan.

    Oleh karena itu, pastikan sabun antiseptic yang Anda gunakan mengandung antiseptik (triclosan) dalam batas yang tidak membahayakan. Pastikan Anda membeli dan menggunakan sabun antiseptik yang legal dan sudah teruji oleh BPOM.

    Triclosan efektif untuk melawan bakteri dan jamur, tetapi kurang efektif terhadap virus. Sebuah studi membuktikan bahwa triclosan mampu mengurangi jumlah bakteri di tangan dibanding sabun biasa. Baca penjelasan selengkapnya pada artikel bertajuk DermNet NZ. Antibacterial Soap.

    Chlorhexidine dan Gluconate

    Salah satu sumber menyebutkan, senyawa antiseptik yang sangat kuat, yakni Chlorhexidine dan Gluconate dapat membunuh 99% kuman dan mencegahnya masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan infeksi.

    Namun, harus diingat bahwa tidak semua orang aman untuk menggunakan sabun antiseptik. Ada beberapa orang yang memiliki alergi dengan kandungan antiseptik seperti Triclosan, Chlorhexidine, Triclocarban dan semacamnya. Orang-orang dengan luka parah yang terbuka pada kulit juga lebih baik tidak menggunakan sabun ini. Selain itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan sabun dengan kandungan antiseptik.

    Jenis Sediaan Sabun Antiseptik

    Sabun Batangan

    Sabun antiseptik dalam bentuk batangan sekilas tidak memiliki perbedaan dengan sabun biasa. Perbedaan biasanya terdapat pada kemasan yang tercantum komposisi atau keterangan bahwa sabun tersebut adalah sabun antiseptic. Senyawa antiseptik semacam Triclosan yang biasanya digunakan dalam sabun batangan adalah triclocarban.

    Sabun Cair

    Sepertinya mayoritas antiseptic soap tersedia dalam bentuk cair. Hal ini didukung fakta bahwa sabun cair memang jauh lebih higienis penggunaanya ketimbang sabun batangan.

    Sabun cair tidak mengalami kontak langsung dengan kulit manusia kecuali yang digunakan. Sabun cair juga tersimpan dalam kemasan yang tertutup rapat sehingga tidak mudah terkontaminasi dengan partikel-partikel di udara dan semacamnya.

    Bahan Antiseptik Alami

    Sirih

    sirih bahan sabun antiseptik

    Sudah banyak ilmuwan dan peneliti yang membuktikan bahwa sirih memiliki fungsi antiseptik. Salah satunya Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, dilansir dari Republika.  Mereka mengatakan bahwa sirih dapat dijadikan komplemen antiseptik yang mampu membunuh mikroba bakteri jahat, termasuk penyebab penyakit COVID-19. Oleh karena itu, daun sirih disebut juga sebagai disinfektan alami. Namun, pengolahan daun sirih sebagai antiseptik juga harus memperhatikan ukuran, dosis dan konsentrasi yang sesuai.

    Sirih hijau maupun sirih merah, kedua jenis sirih tersebut sama-sama dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik. Bahkan, kandungan antiseptik dalam daun sirih merah ternyata lebih unggul daripada sabun, dilansir dari salah satu artikel alodokter.

    Dilansir dari salah satu jurnal penelitian, sirih memiliki kandungan kimia yang terdiri dari saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Senyawa saponin pada sirih berfungsi sebagai antimikroba yang dapat merusak membran sitoplasma dan membunuh sel. Sementara minyak atsiri-nya mengandung fenol alami yang memiliki daya antiseptik lima kali lebih kuat dibanding fenol biasa.  

    Pala (nutmeg)

    pala bahan antiseptik

    Salah satu penelitian menunjukkan bahwa nutmeg oil atau minyak pala memiliki kemampuan melawan beberapa jenis bakteri secara efektif. Oleh karena itu, minyak pala dapat dipertimbangkan sebagai produk antibakteri alami yang berpotensi. Kandungan utama dari minyak pala di antaranya adalah Sabinen, Myristicin, Pinene dan Limonene.

    Penelitian lain menyatakan bahwa ekstrak aseton di dalam pala memiliki sifat antioksidan dan antimikroba tertinggi. Antioksidan dan antimikroba tersebut membantu mencegah atau memperlambat perkembangan berbagai penyakit dan infeksi yang berkaitan dengan mikroorganisme.  

    Sulfur (belerang)

    belerang bahan antiseptik

    Sulfur memang sudah lama sering digunakan sebagai salah satu campuran dalam produk-produk sabun antiseptik. Dilansir dari salah satu jurnal, sulfur memang memiliki fungsi antijamur dan antibakteri meskipun mekanisme secara spesifiknya belum diketahui.

    Berbagai Fungsi Sabun Antiseptik

    Kegunaan sabun antiseptik adalah untuk membersihkan badan dari mikroorganisme jahat yang telah disebutkan sebelumnya, seperti mandi dan mencuci tangan. Namun, selain itu, di bawah ini beberapa manfaat sabun antiseptik lainnya.

    Untuk luka: nanah, jahitan

    Sabun antiseptik dapat dan sering digunakan sebagai pembersih luka atau pembersih kulit sebelum dan sesudah operasi. Sebelum operasi dilakukan, biasanya dokter akan membersihkan kulit yang akan dilakukan pembedahan. Salah satu artikel menyatakan bahwa, membersihkan diri dengan sabun antiseptic selama dua hari sebelum menjalankan operasi adalah salah satu bentuk pencegahan terjadinya infeksi.

    Untuk masalah kulit

    Beberapa masalah kulit memang mayoritas disebabkan oleh bakteri, virus, dan kuman. Misalnya herpes, scabies, gatal, kurap dan cacar air. Oleh karena itu, sabun antiseptik adalah salah satu opsi yang dapat dicoba untuk mengatasi masalah-masalah kulit tersebut.  Sabun antiseptic akan mengatasi masalah-masalah kulit dengan membasmi penyebabnya, yakni infeksi, bakteri dan kuman.

    Selain itu, salah satu manfaat sabun antiseptik untuk wajah adalah menghilangkan bakteri penyebab jerawat. Membasmi jerawat harus dimulai dari mencegah penyebabnya muncul, yakni salah satunya adalah infeksi bakteri. 

    Untuk bayi dan anak

    Bayi dan anak-anak sangat rentan terkena infeksi bakteri, virus dan kuman. Terutama anak-anak yang senang beraktifitas dan mencoba hal-hal baru di lingkungan sekitarnya.

    Namun, penggunaan sabun antiseptik untuk mereka, terutama bayi, lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kesehatan yang sesuai.

    Untuk keputihan

    Keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri di sekitar area kewanitaan. Sabun antibakteri dapat mengatasi masalah ini. Oleh karena itu, banyak produk sabun antiseptik khusus bagian kewanitaan. Hanya saja, sabun jenis ini tidak boleh terlalu sering digunakan karena dapat mengubah pH bagian tersebut.  

    Untuk penghilang bau badan

    Penyebab utama bau badan bukanlah keringat, tetapi infeksi kuman dan bakteri yang muncul pada bagian tubuh yang berkeringat tersebut. Sabun antiseptik dapat mencegah dan mengurangi munculnya bau badan kurang sedap pada seseorang dengan cara membersihkan bagian-bagian tubuh yang berkeringat dan kotor sehingga kuman dan bakteri tidak muncul.

    Merek Sabun Antiseptik di Toko dan Apotik

    Banyak merk sabun antiseptik di Indonesia yang tersedia di toko-toko dan mudah didapatkan. Beberapa di antaranya diklaim sebagai merk sabun antiseptik terbaik untuk membersihkan tubuh. 

    Dettol

    detol sabun antiseptik cair

    Produk sabun antiseptic yang satu ini sudah lama digunakan untuk menjaga kebersihan dalam ranah pribadi dan medis. Dettol Antiseptic Liquid diklaim mampu membunuh 100 kuman penyebab penyakit, membantu mempercepat penyembuhan luka, lecet, serta gigitan dan sengatan serangga, menghilangkan kuman pada pakaian yang kotor dan berfungsi sebagai desinfektan untuk peralatan rumah tangga.

    Dettol Antiseptic Liquid tersedia dalam kemasan 50ml, 100ml, 250ml, 500ml, dan 750 ml. Produk ini harus disimpan di tempat dengan bersuhu di bawah 350 C dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak.  

    Lifebuoy

    lifebuoy sabun antiseptik batangan

    Lifebuoy memiliki banyak varian sabun antiseptik. Sabun antiseptic Lifebuoy tersedia dalam bentuk sabun batang, sabun cair dan sabun cair cuci tangan. Setiap varian sabun memiliki kandungan utama dan wangi yang berbeda-beda. 

    Asepso

    asepso sabun antiseptik

    Sabun Asepso dikembangkan pertama kali di London oleh Perusahaan Edward Cook  pada abad ke 19. Sabun ini diklaim sebagai sabun antiseptik pertama yang ditemukan untuk mengurangi infeksi dan mengurangi bakteri pada kulit. 

    Sabun Asepso terdiri dari berbagai variasi dalam bentuk sabun batang, sabun cair dan sabun cuci tangan cair. Manfaatnya pun bermacam-macam. Ada yang dapat mengurangi bau badan yang diakibatkan oleh kotoran dan bakteri, mengatasi biang keringat, mengatasi jerawat, melawan kuman sekaligus menjaga kelembaban, mengatasi kulit sensitif, dan masih banyak lagi. 

    Biore

    biore sabun antiseptik

    Biore memiliki varian sabun antiseptik, yakni Biore Guard Body Foam Active Antibacterial. Diformulasikan dengan teknologi Deep Pore Cleansing dari Jepang dan antibakteri ganda IPMP dan Sanisol, sabun ini diklaim mampu membersihkan daki hingga ke dalam pori-pori dan melawan kuman.  Biore Guard Body Foam Active Antibacterial tersedia dalam kemasan 100ml, 250ml botol, 250ml refill, dan 550ml pump. 

    Nuvo

    nuvo sabun antiseptik

    Sama seperti Lifebuoy, Nuvo memang mengkhususkan diri sebagai brand sabun antibakteri. Nuvo memiliki berbagai variasi sabun antibakteri, diantaranya adalah Fresh Protect, Nature Protect, Total Protect, Mild Protect, Care Protect, Cool dan Clean. Setiap varian tersedia dalam bentuk sabun batang dan sabun cair. 

    Onemed 

    sabun antiseptik onemed

    Sabun antibakteri Onemed memang jarang diketahui oleh banyak orang. Namun, produk ini dipercaya ampuh menjaga kebersihan tubuh. 

    Sabun Onemed mengandung 0.3% triclosan yang efektif untuk merawat kebersihan kulit. Agar tidak menyebabkan kulit kering, sabun ini juga mengandung emolien yang menjaga kelembaban kulit. Sabun ini tersedia dalam kemasan galon 5 liter, refill 500ml dan 500ml +dispenser. Kemasan 500ml dengan dispenser dijual dengan harga Rp28.000, dilansir dari website medicom.co.id

    Sanitz, Hand Moisturizer as Sanitizer

    Sanitz, Hand Moisturizer yang berfungsi sebagai hand sanitizer

    Sanitz merupakan pelembap tangan yang sekaligus berfungsi sebagai antiseptik karena mengandung alkohol 70%. Selain itu, Sanitz juga mengandung glycerin yang akan menjaga kelembapan tangan dan aroma lime yang menyegarkan.

    Cairan pelembap dan antiseptik ini tersedia dalam ukuran 100ml, 250ml, 500ml, refill ukuran 1L, dan refill ukuran 5L.

  • Pembuatan Sabun: Alat, Bahan, Metode/Cara dan Proses Saponifikasi Sabun

    Pembuatan Sabun: Alat, Bahan, Metode/Cara dan Proses Saponifikasi Sabun

    Pembuatan sabun lengkap meliputi alat, bahan, metode cara pembuatan sabun dan proses reaksi saponifikasi yg jadi dasar teori pembuatan sabun cair & sabun batang dibahas tuntas dalam artikel ini.

    Tulisan ini cocok bagi anda yang:

    1. sedang belajar membuat sabun karena tugas dari guru/dosen (laporan praktikum, makalah),
    2. melakukan penelitian/eksperimen dan review jurnal untuk mengerjakan tugas akhir (karya ilmiah), atau
    3. menekuni bisnis pembuatan sabun (sabun mandi, sabun zaitun, sabun herbal, dll)

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon atau pembuatan sabun kecantikan murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, maka silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia. Perusahaan sabun di Bogor ini siap memproduksi sabun dengan merek anda sendiri. Beberapa jenis sabun yang telah diproduks adalah sabun herbal, sabun hotel, sabun transparan (bening), sabun cair dan jenis-jenis sabun lainnya.

    Rincian pembahasan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:

    Sejarah Sabun secara singkat

    Sejarah sabun dimulai sejak 2800 sebelum masehi (SM). Pembuatan sabun bermula dari Bangsa Babilonia yang mulai membuat sabun sejak 2800 SM. Mereka memanaskan campuran lemak hewan dengan soda api. Pada awal masehi hingga abad 15 Masehi yang merupakan puncak keemasan Islam, teknologi sabun berkembang lebih modern.

    Monopoli perdagangan sabun di Eropa pada abad 16 dan 17 di Eropa membuat pemakaian sabun menjadi terbatas. Sabun banyak digunakan dalam bidang pengobatan. Kemudian pada abad 18 terjadi penemuan proses pembuatan sabun yang murah oleh LeBlanc. Menjelang abad 19 penggunaan sabun meluas karena penggunaan mesin sabun yang mampu memproduksi sabun secara masal.

    sejarah pembuatan sabun

    Di jaman penjajahan Belanda, orang tua telah menggunakan lerak untuk membuat sabun. Sabun tersebut digunakan untuk mencuci dan mandi.

    Dalam perkembangannya, sabun bertambah fungsinya. Fungsi dasar sabun yang awalnya hanya untuk membersihkan badan, kini bergeser menjadi produk yg nilainya lebih dari sekedar pembersih kotoran badan. Salah satunya adalah jenis sabun kecantikan.

    Fungsi sabun

    Sabun adalah kelengkapan mandi yang utama. Oleh karena itu, jika disurvei maka hampir setiap kamar mandi warga bisa dipastikan akan dijumpai sabun mandi. Baik itu bentuknya cair maupun batangan.

    Struktur molekul sabun

    Fungsi sabun mandi adalah membersihkan kotoran dan kuman yang menempel di kulit. Kemampuan sabun dalam mengangkat dan mengikat kotoran (berupa debu dan lemak) itu disebabkan oleh struktur molekulnya yang unik. Setiap molekul sabun tersusun atas komponen polar dan non polar. Komponen polar bersifat hidrofilik (suka air) dan komponen non polar bersifat hidrofobik (benci air).

    struktur molekul sabun

    Mekanisme sabun membersihkan kotoran

    Sabun merupakan bahan pembersih yang tersusun atas komponen utama (bahan dasar) berupa minyak dan larutan alkali (air plus alkali). Bisa dikatakan bahwa sabun adalah campuran antara minyak-air (hidrofobik-hidrofilik) yang stabil. Lalu bagaimana mekanisme sabun dalam membersihkan kotoran?

    Cara kerja sabun dalam membersihkan kotoran tergolong unik. Kotoran yang umumnya berupa partikel lemak, keringat, dan debu yang menempel di permukaan kulit akan terikat pada bagian hidrofobik dan akan terbilas pada saat disiram dengan air.

    mekanisme sabun membersihkan kotoran

    Manfaat sabun batang untuk kerajinan

    Cek juga cara membuat kerajinan dari sabun berbentuk ikan dan bunga. Bentuk tersebut dapat anda modifikasi hiasan menjadi bentuk boneka atau cupcake. Cocok untuk prakarya siswa yang kreatif.

    Dasar Teori Pembuatan Sabun

    Reaksi saponifikasi

    Sejatinya sabun adalah garam yang merupakan hasil reaksi saponifikasi antara asam lemak dengan alkali/basa. Reaksi asam dan basa disebut juga dengan penetralan, sedangkan nilai pH nya bergantung pada jenis asam atau basa yang digunakan dalam reaksi (wikipedia):

    • Jika asam atau basa bersifat sama lemah atau sama kuat maka garam yang dihasilkan akan ber pH netral (sekitar 7).
    • Jika asam kuat dan basa lemah yang digunakan maka garam yang dihasilkan akan memiliki pH di bawah tujuh (cenderung asam)
    • Jika asam lemah dan basa kuat yang digunakan, maka akan dihasilkan garam yang memiliki nilai pH di atas 7 (cenderung basa)

    reaksi penyabunan atau reaksi saponifikasi

    Gambar ilustrasi reaksi saponifikasi

    Asam lemak

    Dalam kasus pembuatan sabun, jenis asam yang digunakan adalah asam lemak, baik hewani maupun nabati. Asam lemak tersebut umumnya dikategorikan sebagai asam yang bersifat lemah. Anda dapat menjumpai asam lemak tersebut dalam minyak goreng (frying oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak sawit (palm oil), minyak jarak (ricinnus oil), lemak sapi, lemak babi (haram bagi umat Islam), dll. Minyak merupakan bahan alami dalam pembuatan sabun.

    Alkali

    Untuk basa/alkali yang digunakan dalam pembuatan sabun adalah bahan kimia berupa NaOH (Natrium atau Sodium hidroksida) atau KOH (Potassium or Kalium Hidroksida) yang bersifat kuat (pH nya diatas 10). Bahan kimia ini bersifat higroskopis (mudah menyerap air dan korosif (menyebabkan karat). Oleh karenanya perlu berhati-hati menggunakan bahan kimia ini.

    KOH dan NaOH

    Sabun hasil reaksi antara asam lemak dengan NaOH dan KOH berbeda. Jika menggunakan NaOH akan dihasilkan sabun yang teksturnya keras, lazim dikenal dengan sebutan sabun padat atau sabun batang. Jika menggunakan KOH akan dihasilkan sabun cair/krim, tergantung tingkat pengenceran yang digunakan.

    bahan pembuatan sabun batang berupa NaOH (Sodium Hidroksida)

    Teknik/Metode Pembuatan Sabun

    Ada 3 teknik/metode pembuatan sabun yang umumnya dikenal, yaitu:

    Proses dingin (Cold Process)

    Metode pembuatan sabun ini tidak memerlukan tambahan panas dari luar reaktor seperti dari kompor. Bahkan terkadang suhu tinggi dihindari dalam reaksi saponifikasi. Caranya dengan dengan menggunakan reaktor dngin (dibalut dengan es). Proses dingin digunakan dalam proses pembuatan sabun susu.

    Proses panas (Hot Process)

    Penambahan panas dari luar reaktor dilakukan dalam proses ini. Terutama, jika menggunakan bahan yang memerlukan suhu dalam pelelehan dan penyempurnaan reaksi seperti asam stearat.

    Lelehkan dan tuang (Melt and Pour)

    Metode termurah dalam pembuatan sabun. Sabun setengah jadi dilelehkan, tambahkan pewarna atau pewangi, dan cetak. Jadilah sabun.

    Setelah mengetahui beberapa teknik dan metode pembuatan sabun, selanjutnya kita perlu menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan. Beberapa diantaranya adalah peralatan keselamatan, peralatan produksi dan bahan untuk produksi sabun.

    Metode dan Cara Pembuatan Sabun

    Gambar ilustrasi Metode dan Cara Pembuatan Sabun

    Kelengkapan Keselamatan dalam Pembuatan Sabun (Safety Gear)

    • Pelindung mata
    • Sarung tangan
    • Baju kerja lengan panjang
    • Penutup rambut, bagi wanita

    Alat dan bahan pembuatan sabun

    Bagi anda yang kreatif ingin membuat sabun sendiri dirumah, disini saya akan memberikan daftar beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun transparan. Pada prinsipnya pembuatan sabun lainnya seperti sabun cair, sabun colek, sabun beras, sabun cuci piring, sabun transparan dan sabun herbal adalah sama, terdiri dari bahan baku dan bahan tambahan. Setiap bahan dalam pembuatan sabun memiliki fungsi tertentu.

    Alat pembuatan sabun

    • Timbangan/Neraca
    • Panci/reaktor
    • Gelas transparan
    • Pengaduk/mixer
    • Spatula
    • Cetakan

    alat untuk membuat sabun

    Bahan Membuat Sabun Transparan

    Bahan dasar/baku pembuatan sabun

    • Larutan NaOH ( NaOH dan air suling)
    • Minyak kelapa, minyak jarak, serta minyak sawit/minyak goreng

    Anda dapat memodifikasi jenis minyak, apakah menggunakan satu jenis minyak ataupun kombinasi beberapa jenis minyak. Hal tersebut bergantung pada spesifikasi sabun yang diinginkan dan budget anda dalam membuat sabun.

    Bahan tambahan pembuatan sabun

    • Alcohol
    • Larutan Gula, pewarna makanan, pengharum/fragrance,
    • pengatur pH
    • Indikator pH (universal indicator atau indikator phenolphtalein)

    Serupa dengan bahan utama, anda pun juga dapat memodifikasi jenis dan jumlah bahan herbal dalam resep sabun anda. Anda dapat menambahkan lidah buaya organik, minyak zaitun, gliserin, rumbut laut, vitamin C dan sereh wangi. Sabun transparan cocok diproduksi untuk industri rumahan.

    Alat dan Bahan Pembuatan Sabun

    Formula atau resep pembuatan sabun

    formula sabun transparan

    formula sabun cair

    Cara pembuatan sabun yang dilengkapi dengan diagam alir

    • Tuangkan atau masukkan larutan NaOH ke dalam air yang sudah di suling.
    • Campurkan minyak kelapa, minyak kelapa sawit serta minyak jarak selanjutnya panaskan pada suhu di atas 50 drajat celcius.
    • Setelah larutan alkali turun hingga 50 drajat celcius selanjutnya campurkan minyak yang sudah didihkan tadi.
    • Panaskan sabun sampai proses akhir sponisasi. Setelah itu cek PH – nya. Jika sudah sesuai selanjutnya campurkan gliserin serta alcohol kedalam panci.
    • Diamkan campuran ini hingga 30 menit, sampai suhu pada sabun turun hingga 30 drajat celcius. Jangan lupa pada proses ini tutup wadah jangan sampai terbuka, hal ini bertujuan agar alcohol pada larutan ini tidak menguap.
    • Siapkan larutan gula. Saya sarankan agar anda menyiapkan larutan gula sebanyak 2, karena nantinya pasti akan dibutuhkan untuk penyesuaian transparansi.
    • Setelah itu campurkan larutan gula kedalam sabun dan aduk hingga merata.
    • Test transparasi sabun dengan menggunakan gelas.
    • Apabila sabun masih terlihat buram atau kurang transparan maka tambahkan lagi larutan gulanya.
    • Setelah proses transparasi dirasa cukup, hal selanjutnya adalah tambahkan aroma pewangi serta pewarna makanan kedalam adonan sabun
    • Kemudian tuangkan adonan sabun ke dalam cetakan yang sudah disiapkan, jangan sampai ada gelembung yang muncul. Setelah itu masukkan cetakan kedalam lemari es hingga 2 jam.
    • Setelah 2 jam keluarkan cetakkan dari lemari es, selanjutnya diamkan sabun selama 1 minggu. Setelah itu baru bisa dipakai untuk mandi.

    Baca juga tahapan cara membuat sabun yang disertai gambar atau diagram alir. Berikut adalah contoh gambar diagram alir pembuatan sabun.

    diagram alir pembuatan sabun

    Gambar . Diagram alir pembuatan sabun

    Proses dan Reaksi Kimia dalam Pembuatan Sabun

    Rumus reaksi saponifikasi

    Kata saponifikasi atau saponify memiliki makna membuat sabun yang diambil dari bahasa Latin yaitu sapon yang diartikan sabun dan digabungkan dengan akhiran –fy adalah akhiran dalam bahasa Inggris yang berarti membuat. Berikut adalah ilustrasi pembuatan sabun dalam bentuk gambar.

    Pembuatan Sabun: Bahan, Cara dan Proses Saponifikasi

    Gambar. Ilustrasi/diagram reaksi saponifikasi

    Gliserol dan sabun adalah hasil reaksi sapoifikasi

    Reaksi saponifikasi antara trigliserida dan basa kuat menghasilkan produk berupa sabun dan gliserol. Proses saponifikasi dalam pembuatan sabun melibatkan lemak hewan (tallow) atau minyak. Minyak tersusun atas asam lemak (fatty acid) yang terdiri dari rantai hidrokarbon panjang (C-12 sampai C18) yang berikatan membentuk gugus karboksil. Asam lemak rantai pendek jarang digunakan karena menghasilkan sedikit busa. Reaksi saponifikasi tidak lain adalah hidrolisis basa suatu ester dengan alkali (NaOH, KOH).

    Sabun Madu

    Hasil Samping dalam Pembuatan Sabun

    Gliserin

    Selain garam berupa sabun, dalam reaksi saponifikasi juga dihasilkan gliserin. Dalam industri pembuatan sabun skala besar, gliserin yang berlebih umumnya dipisahkan dari sabun karena gliserin memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

    Hasil Sampling Pembuatan Sabun

    Fungsi gliserin

    Sebagai humektan atau pelembab, gliserin banyak digunakan pada produk kecantikan lainnya seperti moisturizer, cream, dan lotion. Gliserin akan mempertahankan air terikat pada kulit dan tidak mudah menguap karena cuaca panas.

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon atau pembuatan sabun kecantikan murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, maka silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia. Perusahaan sabun di Bogor ini siap memproduksi sabun dengan merek anda sendiri. Beberapa jenis sabun yang telah diproduks adalah sabun herbal, sabun hotel, sabun transparan (bening), sabun cair dan jenis-jenis sabun lainnya.

    Nah itulah tadi ulasan mengenai alat, bahan serta cara membuat sabun transparan sendiri dirumah, cukup mudah bukan. Semoga dengan artikel saya ini bisa memberi manfaat serta menambah pengalaman anda. Selamat mencoba !!