Tag: Reaksi Pembuatan Sabun

  • Pengertian Sabun: Definisi Jenis Bentuk Karakteristik Bahan Pembuatan Sabun

    Pengertian Sabun: Definisi Jenis Bentuk Karakteristik Bahan Pembuatan Sabun

    Pengertian sabun, definisi jenis jenis & macam bentuk sabun dan karakteristik bahan pembuatan sabun cair dan sabun batang serta rumus kimia sabun adalah dibahas lengkap di web adevnatural.com.

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon sabun murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal, sabun batang, sabun cair) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia.

    Jika anda mencari informasi mengenai pengertian dan definisi sabun, baik itu sabun cair, padat, deterjen maupun sabun organik serta manfaat sabun, maka anda telah mengunjungi web yang tepat. Dalam artikel ini akan dijelaskan definisi dan pengertian sabun.

    Pengertian Sabun

    Berikut pengertian sabun menurut para ahli. Badan POM sendiri secara berkala mengumumkan sabun berbahaya. Anda perlu mengeceknya di website resmi BPOM.

    Pengertian Sabun: Definisi Jenis Bentuk Karakteristik Bahan Pembuatan Sabun

    Menurut Google Dictionary

    Pengertian sabun adalah bahan (substansi) yang digunakan bersama dengan air untuk mencuci dan membersihkan kotoran; sabun terbuat dari bahan alami (minyak/lemak) dan alkali/basa kuat (sodium hidroksida, NaOH atau potasium hidroksida, KOH). Pada pembuatan akhir pembuatan sabun umumnya ditambahkan bahan pewarna dan pewangi untuk meningkatkan karakteristik sabun (menambah nilai jual). Penjelasan definisi sabun ini dikutip dari Google Dictionary dengan kata kunci what is soap.

    Sabun menurut KBBI

    Sabun adalah bahan yang dapat berbuih, digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, piring, dan sebagainya, biasanya berupa campuran alkali, garam, dan natrium. Beberapa bentuk sabun menurut kamus besar Bahasa Indonesia:

    • bubuk sabun yang diperdagangkan dalam bentuk serbuk;
    • cair sabun dalam bentuk cairan;
    • colek sabun yang lunak untuk mencuci pakaian, piring, dan sebagainya, digunakan dengan cara mencoleknya sedikit-sedikit;
    • cuci sabun untuk mencuci;
    • cukur sabun yang digunakan bersama sikat cukur, menghasilkan busa yang cukup tebal dan lama hilangnya, dibuat dari minyak kelapa atau turunannya dan turunan minyak lainnya, tersedia dalam bentuk krim atau padat;
    • harum sabun mandi (karena harum baunya);
    • karbol sabun yang dibuat dengan campuran karbol, biasanya digunakan oleh orang yang mempunyai penyakit kulit yang ringan;
    • keras Kimia garam natrium dari asam lemak berantai panjang yang kurang larut dalam air apabila dibandingkan dengan garam lunak;
    • mandi sabun untuk mandi;
    • wangi sabun mandi;

    Definisi sabun mandi menurut SNI 3532-2016

    Sabun adalah sediaan pembersih kulit yang dibuat dari proses saponifikasi atau netralisasi dari lemak, minyak, wax, rosin atau asam dengan basa organik atau anorganik tanpa menimbulkan iritasi pada kulit

    Bahan Pembuatan Sabun

    Berdasarkan cara/reaksi pembuatan sabun dan bahan yang digunakan dalam pembuatan, maka sabun didefinisikan sebagai garam alkali dari rantai panjang trigliserida (tersusun atas asam lemak). Perlu anda tahu bahwa reaksi kimia yang digunakan dalam pembuatan sabun disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan).

    Minyak dan alkali

    Dengan penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa bahan dasar sabun adalah bahan alami berupa trigliserida (asam lemak) dan bahan kimia berupa alkali kuat. Kedua bahan tersebut direaksikan sehingga membentuk garam.

    KOH dan NaOH

    Sabun cair dan sabun padat (batang) itu berbeda. Untuk membuat sabun padat digunakan alkali berupa sodium hidroksida (NaOH). sedangkan untuk membuat sabun cair digunakan kalium hidroksida (KOH). Namun, seiring perkembangan jaman, sabun mengalami metamorfosis dalam hal warna dan bentuk sediaan. Sabun juga tersedia dalam bentuk serbuk. Masyarakat mengenalnya dengan deterjen. Deterjen terbuat dari bahan yang disebut dengan surfaktan atau surfactant (surface active agent, bahan aktif permukaan). Surfaktan dipandang lebih praktis jika diterapkan dalam aplikasi pembuatan produk pembersih. Dengan demikian, pengertian sabun menjadi berkembang berdasarkan bahan pembuatannya.

    bahan pembuatan sabun batang berupa NaOH (Sodium Hidroksida)

    Standar Mutu Sabun Mandi Menurut SNI

    Syarat Mutu Sabun mandi dapat dilihat pada tabel berikut.

    Tabel persayaratan mutu dan karakteristik kimia pembuatan sabun mandi berdasar SNI 3532-2016

    No Kriteria uji Satuan Mutu
    1 Kadar air % fraksi massa maks. 15,0
    2 Total lemak % fraksi massa min. 65,0
    3 Bahan tak larut dalam etanol % fraksi massa maks. 5,0
    4 Alkali bebas (dihitung sebagai NaOH) % fraksi massa  maks. 0,1

    Jenis-Jenis Sabun Berdasarkan Kejernihannya

    Sabun mandi banyak jenisnya. Umumnya masyarakat mengenal sabun keras (hard soap) dan sabun lunak (soft soap) dan bentuk di antara keduanya. Tingkat keras dan lunaknya sabun dapat diatur dengan menambahkan bahan kimia yang berfungsi untuk mengeraskan sabun (hardening agent). Pengertian sabun menjadi lebih luas dengan perkembangan teknologi.

    Berikut ini adalah jenis sabun berdasarkan clarity atau kejernihan sabun

    Sabun transparan

    Sabun transparan adalah jenis sabun yang memiliki kejernihan tinggi. Bisa dikatakan jenis sabun ini bisa tembus cahaya dengan mudah. Beberapa uji coba untuk mengetahui tingkat kejernihan sabun transparan adalah meletakkan sabun di atas tulisan (koran atau majalah) dan membaca tulisan di balik sabun tersebut. Hal ini berguna untuk mengatur tingkat ketebalan sabun yang optimal saat akan dijual.

    Sabun translucent

    Jenis sabun translusen disebut juga dengan sabun semi transparan. Jika dilihat sabun ini tidak sebening sabun transparan tapi masih lebih jernih dibandingkan dengan sabun opaque.

    Sabun opaque

    Sabun opaque adalah jenis sabun batang (mandi) yang paling sering dijumpai. Berbagai merek sabun tidak tembus cahaya ini tersedia di pasaran. Beberapa brand ternama sabun jenis ini adalah Lux, Giv, Lifebuoy, Dettol, Nuvo, dll.

    macam macam sabun adalah sabun cair dan sabun batang

    Gambar macam macam sabun adalah sabun cair dan sabun batang

    Jenis Sabun berdasarkan fungsi bahan di dalamnya

    Sabun alami (natural soap)

    Sabun alami adalah sabun yang komponen terbesanya berupa bahan alami. Namun demikian, jika reaksi saponifikasi digunakan maka pasti menggunakan bahan kimia alkali seperti NaOH atau KOH. Hanya saja proporsinya yang dibuat lebih kecil sehingga bisa diklaim sebagai sabun alami.

    Sabun scrub

    Scrub yang memiliki tekstur kasar bisa dimasukkan dalam pembuatan  sabun mandi. Dengan sabun yang mengandung scrub, maka pengelupasan sel kulit mati dan kotoran yang menempel menjadi lebih mudah. Sebaiknya anda jangan terlalu sering menggunakan scrub karena dapat mengakibatkan kulit menjadi kering berlebihan.

    body scrub buatan ADEV Natural Indonesia

    Gambar body scrub buatan ADEV Natural Indonesia

    Sabun jerawat (Acne soap)

    Sesuai dengan namanya, sabun jerawat dibuat dengan kandungan bahan aktif yang dapat menetralisir jerawat. Sabun transparan yang kaya alkohol dan gliserin dapat menjadi pilihan untuk mengatasi masalah jerawat di wajah.

    Sabun busa (foam soap)

    Jika anda sering berendam untuk relaksasi, maka anda memerlukan sabun busa. Sabun jenis ini diperkaya dengan foam agent dalam formulanya sehingga pada saat diaplikasikan akan membentuk busa yang banyak.

    sabun busa atau foam soap untuk bathub

    Gambar sabun busa atau foam soap

    Semoga penjelasan ini makin menambah wawasan anda tentang pengertian sabun dan jenis-jenisnya.

    Jenis sabun berdasarkan wujud fisiknya

    Sabun batang

    Sabun batang disebut juga dengan sebut padat. Masyarakat Indonesia lebih banyak mengunakan jenis sabun batang untuk mandi sehari-hari. Sabun batang dihasilkan reaksi penyabunan antara minyak dan NaOH.

    jenis jenis sabun batang

    Gambar jenis jenis sabun batang

    Sabun cair

    Sabun cair adalah jenis sabun yang dihasilkan reaksi saponifikasi antara minyak dan KOH. Sabun cair lebih banyak dijumpai di area publik seperti rumah sakit, rumah makan atau restoran, kafe, dan perkantoran. Beberapa perusahaan sabun memproduksi sabun cair dengan varian khusus, misalnya sabun untuk cuci piring, cuci tangan dan sabun khusus untuk anak-anak.

    Krim dan Gel

    Sabun berbentuk krim atau gel biasanya digunakan untuk mencuci peralatan dapur. Masyarakat mengenalnya sebagai sabun colek untuk mencuci pakaian. Teksturnya berupa pasta kental. Perkembangan jenis sabun menjadikan sabun ini tidak populer untuk mencuci wajah.

    Serbuk

    Sabun dengan bentuk serbuk sebenarnya merupakan varian dari jenis sabun padat. Hanya saja ukurannya yang lebih kecil. Masyarakat mengenal jenis sabun ini sebagai deterjen. Kandungan bahan aktif permukaan dalam deterjen menjadikan jenis sabun ini banyak digunakan untuk mencuci pakaian. Kandungan asam benzene sulfonat (ABS) merupakan adalah salah satu bahan baku/dasar untuk membuat deterjen.

    sabun bubuk deterjen

    Gambar sabun bubuk deterjen

    Karakteristik Sabun

    Jika anda membuat salah satu jenis sabun di atas, maka anda perlu menguji karakteristiknya. Karakteristik sabun cair dan sabun padat sedikit berbeda, namun dari segi uji kualitatif relatif sama (contohnya pH).

    Karakteristik sabun batang (padat)

    Ni Wayan Sri Agustini dan Agustina H. Winarni melakukan penelitian tentang sabun berjudul “Karakteristik Dan Aktivitas Antioksidan Sabun Padat Transparan Yang Diperkaya Dengan Ekstrak Kasar Karotenoid Chlorella Pyrenoidosa“. Karakteristik sabun padat yang diamati adalah warna, kekerasan sabun, pH, kadar air, asam lemak bebas, lemak tidak tersabunkan, aktivitas antioksidan dan daya stabilitas sabun. Hasil penelitian mereka menghasilkan sabun dengan karakteristik pada tabel berikut.

    Karakteristik Karotenoid 5% Karotenoid 10% Karotenoid 15%
    Aktivitas antioksidan (IC50) 66,42 µg/ml 59,18 µg/ml dan 10,21 µg/ml
    Warna kuning neon carrot kuning pizzaz kuning pumpkin
    Aroma lemongrass lemongrass lemongrass
    pH 9,31-10,47
    Kadar air 14,45-16,28%,
    Hardness 1,40-1,81 mm/detik
    asam lemak bebas 0,42-0,68%
    Lemak tidak tersabunkan 1,79-1,84%.
    Stabilitas relatif stabil pada penyimpanan suhu 60 °C selama 3 minggu

    Karakteristik sabun cair

    Asti Permata Nauli, Yudhomenggolo Sastro Darmanto, Eko Susanto melakukan penelitian pembuatan sabun berjudul Karakteristik Sabun Cair Dengan Penambahan Kolagen Ikan Air Laut Yang Berbeda. Karakteristik sabun cair yang diamati adalah pH, hedonik, kestabilan busa, alkali bebas, dan viskositas. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:

    Karakteristik sabun Sabun dg kolagen ikan kurisi Sabun dg  Kolagen ikan tengiri Sabun dg  Kolagen ikan kakap
    pH 10,77 10,94 10,87
    Alkali bebas 0,031% 0,070% 0,060%
    Kestabilan busa 84,90 66,44 84,57
    Viskositas 922,83 cPs 962,33 cPs 932,66 cPs

    Berdasarkan data hasil penelitian di atas hasil terbaik yaitu pada sabun cair dengan penambahan kolagen tulang ikan Kurisi.

    Manfaat Sabun

    Sabun adalah salah satu produk yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai produk pembersih, sabun dibuat dari bahan alami beruapa minyak/lemak (terutama komponen fatty acid) dan alkali (basa) kuat. Reaksi antara minyak dan alkali tersebut disebut dengan reaksi penyabunan. Oleh karena itu, dalam satu molekul sabun tersusun atas komponen polar (basis air) dan komponen non polar (basis minyak).

    Begitu pentingnya manfaat sabun mandi membuat produk ini hampir pasti ditemui dalam kamar mandi setiap warga. Secara personal, penulis mengucapkan kepada produsen sabun dan penemu sabun yang telah membantu kehidupan manusia lebih bersih dgn mudah.

    Peluang Bisnis Maklon Sabun

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon sabun herbal dari pabrik/perusahaan jasa maklon, silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal, sabun batang, sabun cair) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia.

    Itulah artikel tentang pengertian dan definisi sabun, bentuk dan jenis sabun. Semoga artikel tentang pengertian dan definisi sabun, bentuk dan jenis sabun baik itu sabun cair, padat, deterjen maupun sabun organik serta manfaat sabun ini berguna untuk anda.

  • Pembuatan Sabun: Alat, Bahan, Metode/Cara dan Proses Saponifikasi Sabun

    Pembuatan Sabun: Alat, Bahan, Metode/Cara dan Proses Saponifikasi Sabun

    Pembuatan sabun lengkap meliputi alat, bahan, metode cara pembuatan sabun dan proses reaksi saponifikasi yg jadi dasar teori pembuatan sabun cair & sabun batang dibahas tuntas dalam artikel ini.

    Tulisan ini cocok bagi anda yang:

    1. sedang belajar membuat sabun karena tugas dari guru/dosen (laporan praktikum, makalah),
    2. melakukan penelitian/eksperimen dan review jurnal untuk mengerjakan tugas akhir (karya ilmiah), atau
    3. menekuni bisnis pembuatan sabun (sabun mandi, sabun zaitun, sabun herbal, dll)

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon atau pembuatan sabun kecantikan murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, maka silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia. Perusahaan sabun di Bogor ini siap memproduksi sabun dengan merek anda sendiri. Beberapa jenis sabun yang telah diproduks adalah sabun herbal, sabun hotel, sabun transparan (bening), sabun cair dan jenis-jenis sabun lainnya.

    Rincian pembahasan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:

    Sejarah Sabun secara singkat

    Sejarah sabun dimulai sejak 2800 sebelum masehi (SM). Pembuatan sabun bermula dari Bangsa Babilonia yang mulai membuat sabun sejak 2800 SM. Mereka memanaskan campuran lemak hewan dengan soda api. Pada awal masehi hingga abad 15 Masehi yang merupakan puncak keemasan Islam, teknologi sabun berkembang lebih modern.

    Monopoli perdagangan sabun di Eropa pada abad 16 dan 17 di Eropa membuat pemakaian sabun menjadi terbatas. Sabun banyak digunakan dalam bidang pengobatan. Kemudian pada abad 18 terjadi penemuan proses pembuatan sabun yang murah oleh LeBlanc. Menjelang abad 19 penggunaan sabun meluas karena penggunaan mesin sabun yang mampu memproduksi sabun secara masal.

    sejarah pembuatan sabun

    Di jaman penjajahan Belanda, orang tua telah menggunakan lerak untuk membuat sabun. Sabun tersebut digunakan untuk mencuci dan mandi.

    Dalam perkembangannya, sabun bertambah fungsinya. Fungsi dasar sabun yang awalnya hanya untuk membersihkan badan, kini bergeser menjadi produk yg nilainya lebih dari sekedar pembersih kotoran badan. Salah satunya adalah jenis sabun kecantikan.

    Fungsi sabun

    Sabun adalah kelengkapan mandi yang utama. Oleh karena itu, jika disurvei maka hampir setiap kamar mandi warga bisa dipastikan akan dijumpai sabun mandi. Baik itu bentuknya cair maupun batangan.

    Struktur molekul sabun

    Fungsi sabun mandi adalah membersihkan kotoran dan kuman yang menempel di kulit. Kemampuan sabun dalam mengangkat dan mengikat kotoran (berupa debu dan lemak) itu disebabkan oleh struktur molekulnya yang unik. Setiap molekul sabun tersusun atas komponen polar dan non polar. Komponen polar bersifat hidrofilik (suka air) dan komponen non polar bersifat hidrofobik (benci air).

    struktur molekul sabun

    Mekanisme sabun membersihkan kotoran

    Sabun merupakan bahan pembersih yang tersusun atas komponen utama (bahan dasar) berupa minyak dan larutan alkali (air plus alkali). Bisa dikatakan bahwa sabun adalah campuran antara minyak-air (hidrofobik-hidrofilik) yang stabil. Lalu bagaimana mekanisme sabun dalam membersihkan kotoran?

    Cara kerja sabun dalam membersihkan kotoran tergolong unik. Kotoran yang umumnya berupa partikel lemak, keringat, dan debu yang menempel di permukaan kulit akan terikat pada bagian hidrofobik dan akan terbilas pada saat disiram dengan air.

    mekanisme sabun membersihkan kotoran

    Manfaat sabun batang untuk kerajinan

    Cek juga cara membuat kerajinan dari sabun berbentuk ikan dan bunga. Bentuk tersebut dapat anda modifikasi hiasan menjadi bentuk boneka atau cupcake. Cocok untuk prakarya siswa yang kreatif.

    Dasar Teori Pembuatan Sabun

    Reaksi saponifikasi

    Sejatinya sabun adalah garam yang merupakan hasil reaksi saponifikasi antara asam lemak dengan alkali/basa. Reaksi asam dan basa disebut juga dengan penetralan, sedangkan nilai pH nya bergantung pada jenis asam atau basa yang digunakan dalam reaksi (wikipedia):

    • Jika asam atau basa bersifat sama lemah atau sama kuat maka garam yang dihasilkan akan ber pH netral (sekitar 7).
    • Jika asam kuat dan basa lemah yang digunakan maka garam yang dihasilkan akan memiliki pH di bawah tujuh (cenderung asam)
    • Jika asam lemah dan basa kuat yang digunakan, maka akan dihasilkan garam yang memiliki nilai pH di atas 7 (cenderung basa)

    reaksi penyabunan atau reaksi saponifikasi

    Gambar ilustrasi reaksi saponifikasi

    Asam lemak

    Dalam kasus pembuatan sabun, jenis asam yang digunakan adalah asam lemak, baik hewani maupun nabati. Asam lemak tersebut umumnya dikategorikan sebagai asam yang bersifat lemah. Anda dapat menjumpai asam lemak tersebut dalam minyak goreng (frying oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak sawit (palm oil), minyak jarak (ricinnus oil), lemak sapi, lemak babi (haram bagi umat Islam), dll. Minyak merupakan bahan alami dalam pembuatan sabun.

    Alkali

    Untuk basa/alkali yang digunakan dalam pembuatan sabun adalah bahan kimia berupa NaOH (Natrium atau Sodium hidroksida) atau KOH (Potassium or Kalium Hidroksida) yang bersifat kuat (pH nya diatas 10). Bahan kimia ini bersifat higroskopis (mudah menyerap air dan korosif (menyebabkan karat). Oleh karenanya perlu berhati-hati menggunakan bahan kimia ini.

    KOH dan NaOH

    Sabun hasil reaksi antara asam lemak dengan NaOH dan KOH berbeda. Jika menggunakan NaOH akan dihasilkan sabun yang teksturnya keras, lazim dikenal dengan sebutan sabun padat atau sabun batang. Jika menggunakan KOH akan dihasilkan sabun cair/krim, tergantung tingkat pengenceran yang digunakan.

    bahan pembuatan sabun batang berupa NaOH (Sodium Hidroksida)

    Teknik/Metode Pembuatan Sabun

    Ada 3 teknik/metode pembuatan sabun yang umumnya dikenal, yaitu:

    Proses dingin (Cold Process)

    Metode pembuatan sabun ini tidak memerlukan tambahan panas dari luar reaktor seperti dari kompor. Bahkan terkadang suhu tinggi dihindari dalam reaksi saponifikasi. Caranya dengan dengan menggunakan reaktor dngin (dibalut dengan es). Proses dingin digunakan dalam proses pembuatan sabun susu.

    Proses panas (Hot Process)

    Penambahan panas dari luar reaktor dilakukan dalam proses ini. Terutama, jika menggunakan bahan yang memerlukan suhu dalam pelelehan dan penyempurnaan reaksi seperti asam stearat.

    Lelehkan dan tuang (Melt and Pour)

    Metode termurah dalam pembuatan sabun. Sabun setengah jadi dilelehkan, tambahkan pewarna atau pewangi, dan cetak. Jadilah sabun.

    Setelah mengetahui beberapa teknik dan metode pembuatan sabun, selanjutnya kita perlu menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan. Beberapa diantaranya adalah peralatan keselamatan, peralatan produksi dan bahan untuk produksi sabun.

    Metode dan Cara Pembuatan Sabun

    Gambar ilustrasi Metode dan Cara Pembuatan Sabun

    Kelengkapan Keselamatan dalam Pembuatan Sabun (Safety Gear)

    • Pelindung mata
    • Sarung tangan
    • Baju kerja lengan panjang
    • Penutup rambut, bagi wanita

    Alat dan bahan pembuatan sabun

    Bagi anda yang kreatif ingin membuat sabun sendiri dirumah, disini saya akan memberikan daftar beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun transparan. Pada prinsipnya pembuatan sabun lainnya seperti sabun cair, sabun colek, sabun beras, sabun cuci piring, sabun transparan dan sabun herbal adalah sama, terdiri dari bahan baku dan bahan tambahan. Setiap bahan dalam pembuatan sabun memiliki fungsi tertentu.

    Alat pembuatan sabun

    • Timbangan/Neraca
    • Panci/reaktor
    • Gelas transparan
    • Pengaduk/mixer
    • Spatula
    • Cetakan

    alat untuk membuat sabun

    Bahan Membuat Sabun Transparan

    Bahan dasar/baku pembuatan sabun

    • Larutan NaOH ( NaOH dan air suling)
    • Minyak kelapa, minyak jarak, serta minyak sawit/minyak goreng

    Anda dapat memodifikasi jenis minyak, apakah menggunakan satu jenis minyak ataupun kombinasi beberapa jenis minyak. Hal tersebut bergantung pada spesifikasi sabun yang diinginkan dan budget anda dalam membuat sabun.

    Bahan tambahan pembuatan sabun

    • Alcohol
    • Larutan Gula, pewarna makanan, pengharum/fragrance,
    • pengatur pH
    • Indikator pH (universal indicator atau indikator phenolphtalein)

    Serupa dengan bahan utama, anda pun juga dapat memodifikasi jenis dan jumlah bahan herbal dalam resep sabun anda. Anda dapat menambahkan lidah buaya organik, minyak zaitun, gliserin, rumbut laut, vitamin C dan sereh wangi. Sabun transparan cocok diproduksi untuk industri rumahan.

    Alat dan Bahan Pembuatan Sabun

    Formula atau resep pembuatan sabun

    formula sabun transparan

    formula sabun cair

    Cara pembuatan sabun yang dilengkapi dengan diagam alir

    • Tuangkan atau masukkan larutan NaOH ke dalam air yang sudah di suling.
    • Campurkan minyak kelapa, minyak kelapa sawit serta minyak jarak selanjutnya panaskan pada suhu di atas 50 drajat celcius.
    • Setelah larutan alkali turun hingga 50 drajat celcius selanjutnya campurkan minyak yang sudah didihkan tadi.
    • Panaskan sabun sampai proses akhir sponisasi. Setelah itu cek PH – nya. Jika sudah sesuai selanjutnya campurkan gliserin serta alcohol kedalam panci.
    • Diamkan campuran ini hingga 30 menit, sampai suhu pada sabun turun hingga 30 drajat celcius. Jangan lupa pada proses ini tutup wadah jangan sampai terbuka, hal ini bertujuan agar alcohol pada larutan ini tidak menguap.
    • Siapkan larutan gula. Saya sarankan agar anda menyiapkan larutan gula sebanyak 2, karena nantinya pasti akan dibutuhkan untuk penyesuaian transparansi.
    • Setelah itu campurkan larutan gula kedalam sabun dan aduk hingga merata.
    • Test transparasi sabun dengan menggunakan gelas.
    • Apabila sabun masih terlihat buram atau kurang transparan maka tambahkan lagi larutan gulanya.
    • Setelah proses transparasi dirasa cukup, hal selanjutnya adalah tambahkan aroma pewangi serta pewarna makanan kedalam adonan sabun
    • Kemudian tuangkan adonan sabun ke dalam cetakan yang sudah disiapkan, jangan sampai ada gelembung yang muncul. Setelah itu masukkan cetakan kedalam lemari es hingga 2 jam.
    • Setelah 2 jam keluarkan cetakkan dari lemari es, selanjutnya diamkan sabun selama 1 minggu. Setelah itu baru bisa dipakai untuk mandi.

    Baca juga tahapan cara membuat sabun yang disertai gambar atau diagram alir. Berikut adalah contoh gambar diagram alir pembuatan sabun.

    diagram alir pembuatan sabun

    Gambar . Diagram alir pembuatan sabun

    Proses dan Reaksi Kimia dalam Pembuatan Sabun

    Rumus reaksi saponifikasi

    Kata saponifikasi atau saponify memiliki makna membuat sabun yang diambil dari bahasa Latin yaitu sapon yang diartikan sabun dan digabungkan dengan akhiran –fy adalah akhiran dalam bahasa Inggris yang berarti membuat. Berikut adalah ilustrasi pembuatan sabun dalam bentuk gambar.

    Pembuatan Sabun: Bahan, Cara dan Proses Saponifikasi

    Gambar. Ilustrasi/diagram reaksi saponifikasi

    Gliserol dan sabun adalah hasil reaksi sapoifikasi

    Reaksi saponifikasi antara trigliserida dan basa kuat menghasilkan produk berupa sabun dan gliserol. Proses saponifikasi dalam pembuatan sabun melibatkan lemak hewan (tallow) atau minyak. Minyak tersusun atas asam lemak (fatty acid) yang terdiri dari rantai hidrokarbon panjang (C-12 sampai C18) yang berikatan membentuk gugus karboksil. Asam lemak rantai pendek jarang digunakan karena menghasilkan sedikit busa. Reaksi saponifikasi tidak lain adalah hidrolisis basa suatu ester dengan alkali (NaOH, KOH).

    Sabun Madu

    Hasil Samping dalam Pembuatan Sabun

    Gliserin

    Selain garam berupa sabun, dalam reaksi saponifikasi juga dihasilkan gliserin. Dalam industri pembuatan sabun skala besar, gliserin yang berlebih umumnya dipisahkan dari sabun karena gliserin memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

    Hasil Sampling Pembuatan Sabun

    Fungsi gliserin

    Sebagai humektan atau pelembab, gliserin banyak digunakan pada produk kecantikan lainnya seperti moisturizer, cream, dan lotion. Gliserin akan mempertahankan air terikat pada kulit dan tidak mudah menguap karena cuaca panas.

    Jika anda tertarik untuk menggunakan jasa maklon atau pembuatan sabun kecantikan murah dari pabrik/perusahaan jasa maklon, maka silakan call kontak adev natural untuk informasi biaya dan harga jasa maklon kosmetik (sabun herbal) terupdate dari PT. ADEV Natural Indonesia. Perusahaan sabun di Bogor ini siap memproduksi sabun dengan merek anda sendiri. Beberapa jenis sabun yang telah diproduks adalah sabun herbal, sabun hotel, sabun transparan (bening), sabun cair dan jenis-jenis sabun lainnya.

    Nah itulah tadi ulasan mengenai alat, bahan serta cara membuat sabun transparan sendiri dirumah, cukup mudah bukan. Semoga dengan artikel saya ini bisa memberi manfaat serta menambah pengalaman anda. Selamat mencoba !!